image Saya Obesitas: Haruskah Saya Menjalani Bariatric Surgery?

Sudah beribu cara dilakukan untuk menurunkan berat badan tetapi jarum timbangan tak juga bergerak turun. Rasa ingin menyerah pun sering menghinggapi pikiran. Haruskah saya melakukan bariatric surgery untuk mengecilkan berat badan?

Bariatric surgery atau bedah bariatrik merupakan operasi yang membantu menurunkan berat badan dengan cara melakukan perubahan terhadap sistem pencernaan.

Ada beberapa jenis Bariatric Surgery yang biasa dilakukan di dunia. Pertama, Gastric Band. Caranya, dengan memasang cincin berbahan silikon pada saluran yang akan masuk ke lambung, kemudian dibuat lubang agar pasien bisa menyuntikkan cairan ke cincin tersebut. Bila disuntikkan air, maka cincin silikon tadi akan membuat sempit saluran masuk makanan ke lambung. Karena makin sempit, maka makanan dan minuman akan menyangkut di saluran yang hendak masuk ke lambung. Efeknya, lambung akan terasa sudah kenyang lalu mengirimkan sinyal ke otak untuk berhenti makan karena kondisi sudah terasa kenyang.

Operasi jenis kedua adalah Sleeve Gastrectomy. Inilah operasi yang saat ini semakin banyak dilakukan. Lambung yang ukuran normalnya bisa mengembang kira-kira sebesar bola basket lalu diperkecil dengan cara operasi melalui pemotongan. Jadi, jika biasanya pasien makan satu sampai dua piring, maka cukup hanya dengan makan 4 sendok makan saja maka pasien akan merasa sudah terasa kenyang.

 

 

Kriteria Kegemukan

Bariatric surgery merupakan pilihan bagi penderita obesitas tingkat tinggi yaitu yang mempunyai BMI diatas 35 kg/m2. Jika hanya kelebihan berat badan 5-10 kg saja, operasi tidak perlu dilakukan.  Operasi ini juga merupakan salah satu pilihan penderita obesitas yang mengalami komplikasi penyakit seperti diabetes tipe 2.

 

Does it work?

Riset menunjukkan bahwa beberapa pasien yang menjalani bariatric surgery mengalami penurunan berat badan 15-30% dari berat badan awal, tergantung jenis operasi bariatric yang dijalankan.

Bariatric surgery tidak dapat menggantikan gaya hidup sehat. Misalnya karena berat badan turun pasca operasi, kita bisa makan dengan santai kembali. Tetap saja pasien harus menjalani pola hidup sehat. Kurang olahraga, diet yang tak seimbang, makan terlalu banyak karbohidrat dan minuman bersoda adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan kegagalan pasca operasi. Studi menunjukkan, pasien yang memiliki gaya hidup sehat, pemilihan makanan dan suplemen bergizi serta rutin menjalani kontrol berkala akan mendapatkan hasil yang memuaskan pasca operasi.

 

Biaya Operasi

Di Indonesia, biaya melakukan bariatric surgery bisa mencapai 40 hingga 70 juta rupiah, tergantung dari kelas kamar perawatan yang digunakan, karena pasca operasi pasien harus opname selama 2 hari. Biaya yang sangat mahal ini disebabkan karena menggunakan titanium stapler untuk proses pemotongan lambung dan prosesnya yang tidak mudah.

Nah, bagaimana, apakah Anda tertarik melakukan bariatric surgery? Harus konsultasikan dengan dokter ahli gizi sebelum berfikir untuk melakukan “operasi diet” ini ya!

 

Referensi:

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease

Dr Handy Wing SpB FBMS FINACS FICS, OMNI Hospitals Alam Sutera

Advertisements