image Sapi Transgenic Penghasil ASI

Air susu ibu atau ASI merupakan makanan paling baik bagi bayi terutama dibawah 6 bulan. ASI memiliki berbagai manfaat yang tidak ada tandingannya dengan susu formula bayi. ASI mengandung komponen gizi yang lengkap termasuk adanya zat antibodi serta takaran zat gizi makro dan zat gizi mikro yang sangat sesuai dengan kebutuhan bayi. Sayangnya, tidak semua ibu dapat memberikan ASI bagi anaknya karena berbagai alasan sepeti kendala medis atau tuntutan pekerjaan. Oleh sebab itulah susu formula menjadi alternatif pengganti ASI. Sayangnya, beberapa keistimewaan ASI tidak bisa didapatkan di susu formula bayi, meskipun susu formula juga mengandung zat-zat gizi utama yang dibutuhkan bayi. Kondisi ini mendorong para ilmuan untuk menghasilkan susu sapi yang komponen dan manfaatnya hampir menyerupai ASI.

Para peneliti memasukan genetik manusia ke 300 sapi percobaan menggunakan teknologi kloning. Mereka memasukkan gen manusia kedalam DNA sapi Holstein sebelum embrio yang terbentuk dari hasil modifikasi genetik tersebut ditempelkan kedalam sapi tujuan.

Hasilnya, peneliti berhasil menciptakan sapi yang memproduksi susu dengan protein manusia, yang disebut lisozim. Lisozim adalah protein alami yang ditemukan didalam ASI. Peneliti mampu menciptakan sapi yang mengandung laktoferin dan alpa-laktalbumin, jenis protein yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam ASI.

Peneliti mengklamim bahwa mereka mampu menghasilkan susu sapi yang mengandung lemak 20% lebih banyak dan mampu mengubah kadar padatan susu sapi menjadi semirip mungkin dengan ASI.

Apakah susu sapi ASI ini dapat diterima oleh bayi? Kita tunggu saja penelitian berikutnya!

 

Referensi:

telegraph.co.uk

Advertisements