image Ibu Menyusui Dilarang Diet

Kenaikan berat badan saat hamil dan pasca melahirkan membuat sebagian besar wanita terutama mama muda merasa cemas. Tak sedikit dari mereka yang langsung melakukan diet setelah melahirkan. Biasanya mereka membatasi asupan makanan tertentu atau menurunkan kalori dari seluruh zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak).

Sebenarnya, kenaikan berat badan saat hamil bukan semata-mata karena asupan makanan yang terlalu berlebihan. Melainkan adanya kenaikan bobot janin, plasenta, pembesaran Rahim, penyimpanan lemak untuk energy saat menyususi, cairan ekstraseluler dan peningkatan bobot payudara.

Terdapat anjuran dan batasan kenaikan berat badan saat hamil, seperti dalam table dibawah ini.

BMI sebelum Hamil (kg/m2) Kenaikan Berat Badan saat Hamil (kg)
18.5 – 25 (Normal) 11.5-16
25-30 (Overweight) 7-11.5
>30 (Obesitas) 5-9

 

Jika Anda mengalami kenaikan berat badan saat hamil dalam rentang yang dianjurkan, maka berdiet saat menyusui sangat tidak dianjurkan. Inilah tiga alasan mengapa ibu menyusui dilarang diet:

 

  1. Menyusui Menurunkan Berat Badan secara Alami

Menyusui membutuhkan banyak energy. Cadangan lemak yang disimpan saat hamil akan digunakan secara berangsur untuk memproduksi ASI. Ibu yang menyusui melalui payudara, tentu saja bukan melalui susu formula, akan mengalami penurunan berat badan secara bertahap. Penurunan berat badan secara perlahan jauh lebih baik daripada penurunan berat badan sangat cepat dengan metode diet instan.

 

  1. Bayi Butuh Beragam Zat Gizi

Diet akan menyebabkan seseorang (terutama apabila berdiet dengan metode yang salah) mengalami ketidakseimbangan zat gizi. Padahal, bayi membutuhkan beragam jenis zat gizi yang sangat penting untuk pertumbuhannya. Memang benar, ASI sudah dibuat sedemikian rupa sehingga zat gizi yang dibutuhkan selalu lengkap dan tersedia. Tetapi jika asupan zat gizi tersebut kurang, maka tubuh akan menggerogoti zat gizi milik sang ibu. Dan apabila sangat kurang, tentu saja supply ke bayi juga akan kurang.

 

  1. Masa Pengenalan Makanan untuk Bayi

Menyusui merupakan masa pengenalan beragam jenis makanan bagi sang bayi. Kasus anak sulit makan karena tidak suka makanan tertentu bisa ditanggulangi sejak dini. Sebuah penelitian mengemukakkan bahwa pengenalan makanan saat bayi menyesu akan membantu bayi menerima rasa makanan tersebut sehingga kelak dia sudah terbiasa mengecap rasa makanan itu.

 

Lalu, bagaimana jika kenaikan berat badan saat hamil melampaui batas? Caranya tentu “berdiet” dengan meningkatkan aktivitas fisik dan olah raga. Dan yang perlu diingat, olah raga tidak dianjurkan hanya bagi mereka yang kelebihan berat badan saat hamil, tapi bagi semua ibu menyusui. Bukankah mengurus bayi membutuhkan banyak aktivitas fisik dan membakar kalori? Jadi, tingkatkan intensitas aktivitas fisik dan olah raga Anda tanpa menguragi asupan makanan saat menyusui. Selain itu, meskipun saat menyusui harus makan beragam dan gizi seimbang, tidak berarti porsi makan harus banyak. Intinya, olah raga dan makan beragam jenis makanan namun dalam jumlah yang wajar.

mother and baby gymnastics

 

Referensi

Derbyshire, E. 2011. Nutrition in the childbearing years. Wiley-Blackwell

Langley-Evans. 2009. Life Cycle Nutrition. Wiley-Blackwell

Wadhera et al. 2015. Teaching children to like and eat vegetables. Appetite. 93(1) pp, 75–84.

Advertisements