image Tips Mengatur Gula Darah setelah Makan bagi Penderita Diabetes

Penyakit diabetes menjadi sebuah tantangan bagi para penderitanya. Asupan makanan harus sangat diperhatikan, bahkan banyak sekali pantangannya sehingga cukup melelahkan.

Setelah makan, kadar gula darah meningkat dan ini menjadi masalah bagi penderita diabetes. Lonjakan kadar gula darah menyebabkan ginjal berusaha untuk menyaring dan menyerap kelebihan glukosa. Namun ketika kadar gulanya sangat tinggi, ginjal tidak mampu mengaturnya sehingga meningkatkan pengeluaran urin dan rasa haus semakin meningkat.

Sebuah penelitian yang diinisiasi oleh Andrew N. Reynold dari University  of Otago, New Zealand, mengemukakkan bahwa berjalan kaki setelah makan merupakan cara efektif untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Penelitian tersebut dilakukan dengan cara mengelompokkan pasien diabetes kedalam dua percobaan: berjalan kaki 30 menit sehari (tanpa ditentukan waktunya) dan 10 menit setiap habis makan utama (sarapan, makan siang dan makan malam). Langkah pasien dihitung menggunakan accelerometry sedangkan kadar gula darah menggunakan continuous glucose monitoring dalam 5 menit interval.

Hasilnya, penurunan kadar gula darah pasien diabetes lebih baik pada kelompok yang menjalani 10 menit berjalan kaki setelah makan. Bahkan, penurunannya sangat baik setelah makan malam dimana tidak ada lagi aktivitas fisik menjelang tidur.

Kesimpulannya, penderita diabetes dianjurkan untuk berjalan kaki ringan selama 10 menit setelah makan untuk membantu mengatur lonjakan kadar glukosa darah.

Referensi:

Reynold, A. N et al. Advice to walk after meal is more effective for lowering postprandial glycaemia in type 2 diabetes nellitus than advice that does not specify timing: a randomised crossover study. Diabetologia. Doi: 10.1007/s00125-016-4085-2.

Advertisements