image Stress dapat Menyebabkan Peningkatan Kadar Kolesterol

Penelitian mengenai pengaruh stress terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah telah banyak diteliti, diantaranya mengenai pengaruh langsung antara stress dengan kolesterol. Lalu, bagaimana stress dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol?

Pengertian Stress
Definisi stress sangatlah luas karena setiap individu memiliki respon berbeda-beda terhadap sesuatu yang menyebabkan “kekacauan”. Bisa saja ketika seseorang merasa stress terhadap suatu hal, orang lain bahkan menilainya sebagai hal yang menyenangkan jika dia juga mengalaminya.

Pada umumnya istilah stress disebabkan karena beberapa hal, yaitu karena keadaan dibawah tekanan, sulit merespon hal yang berat, kehilangan kontrol, merasa depresi atau gelisah, merasa terancam, kemarahan dan bahkan karena trauma. Reaksi tubuh untuk melawan stress terjadi secara spontan. Ketika dihadapkan dengan ancaman, tubuh secara otomatis akan mempersiapkan otot-otot, jantung, dan fungsi organ lainnya untuk memberikan respon dengan energi yang besar1.

Kolesterol

Kolesterol merupakan substansi yang menyerupai lemak dan tampak seperti wax. Tubuh manusia membentuk kolesterol dan juga menerima kolesterol dari makanan. Kolesterol sangat penting untuk sel dan memiliki beberapa fungsi, salah satunya pembentuk struktur sel. Kolesterol tidak mengalir bebas di dalam darah karena ia tidak larut air sehingga dibawa oleh lipoprotein. Inilah mengapa kadar kolesterol diukur berdasarkan kandungan lemak.

Illustration showing the process of ateriosclerosis

Terdapat dua jenis lipoprotein yang membawa kolesterol, yaitu Low-Density-Lipoprotein (LDL) atau yang dikenal dengan “lemak jahat”, dan High-Density-Lipoprotein (HDL) sebagai “lemak baik”. Berikut ini batas kolesterol yang dianjurkan untuk menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

  • Total kolesterol dibawah 200 mg/dl
  • LDL kolesterol dibawah 100 mg/dl
  • HDL kolesterol minimal 60 mg/dl

Hubungan Stress dengan Kolesterol

Berdasarkan sebuah penelitian, stress berat dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam jangka panjang. Stress juga dapat meningkatkan kadar lemak disekitar perut karena adanya penimbunan lemak2. Kegelisahan dan depresi mungkin juga dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak melalui inflamasi yang terjadi dalam jangka panjang3. Ketika terjadi sesuatu yang mengancam, kadar kolesterol dapat meningkat karena asam lemak bebas tidak digunakan sebagai energi.

Pengaruh jangka pendek dari stress dikenal sebagai hemoconcentration. Artinya cairan keluar dari darah dibawah keadaan stress. Hal ini menyebabkan konsentrasi darah semakin meningkat, termasuk kadar kolesterol.

Kesimpulan penelitian diatas yaitu stress dapat meningkatkan kadar kolesterol. Persoalannya, bagaimana jika terlalu banyak kolesterol yang justru menyebabkan kita stress?

Oleh karena itu, kelola stress dan kolesterol Anda dengan baik ya!

Reference

  1. MacGill, M. 2016. How Does Stress Affect My Cholesterol Levels?. Available at: Medical News Today
  2. Jiang, W., et al. 2013. Prevalence and clinical characteristics of mental stress–induced myocardial ischemia in patients with coronary heart disease. Journal of the American College of Cardiology, 61(7), pp.714-722.
  3. van Reedt Dortland, et al. 2013. The impact of stress systems and lifestyle on dyslipidemia and obesity in anxiety and depression. Psychoneuroendocrinology, 38(2), pp.209-218.
Advertisements