image Vitamin ini Dapat Meringankan Serangan Penyakit Asma

Asma merupakan jenis penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan adanya peradangan dan penyempitan saluran napas sehingga menimbulkan sesak. Meskipun mekanisme penyebab asma belum diketahui secara jelas, namun gejala-gejala asma seperti mengi, napas pendek, batuk dan dada sesak dapat dipicu oleh adanya allergen dan penyebab iritasi. Faktor pemicu tersebut meliputi asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau paparan zat kimia.

Penyakit asma tidak dapat diobati sehingga tujuan pengobatannya adalah untuk mencegah dan meredakan gejala. Penderita asma sangat disarankan untuk mengenali faktor-faktor yang dapat memicu asma untuk mencegahnya. Apabila serangan asma kambuh, obat yang umum direkomendasikan adalah inhaler pereda.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa suplementasi Vitamin D sebagai tambahan pengobatan asma dapat menurunkan serangan asma yang parah. Review ini dikemukakan oleh Prof. Adrian Martineau dan timnya dari The Asthma UK Centre for Applied Research at Queen Marry University of London pada konferensi internasional European Respiratory Society tahun 2016.

Mereka merangkum sembilan penelitian tentang suplementasi Vitamin D dalam hubungannya dengan gejala dan serangan asma. 7 dari 9 penelitian tersebut menggunakan 435 anak sebagai partisipannya sedangkan 2 penelitian lainnya dilakukan pada 658 orang dewasa. Mayoritas partisipan memiliki penyakit asma dengan tingkat keparahan sedang hingga akut meskipun hanya sebagian kecil yang menderita asma sangat parah. Sebagian besar partisipan juga melanjutkan pengobatan asma yang umum dilakukan.

Poin utama yang direview dari penelitian-penelitian tersebut yaitu terjadinya penurunan persentasi kunjungan rumah sakit dan rawat inap karena serangan asma yang parah dengan adanya tambahan asupan Vitamin D. Penelitian itu juga menggarisbawahi tidak adanya efek samping dari supplementasi Vitamin D.

Lebih jauh lagi, tim peneliti menemukan bahwa supplementasi Vitamin D menurunkan penggunaan steroid sebagai pengobatan serangan asma (penanganan dengan steroid biasanya diberikan jika inhaler tidak lagi efektif).

Disisi lain, tidak ada perubahan yang lebih baik pada gejala asma dan tidak ada juga perbaikan fungsi paru-paru penderita asma.

Prof. Martineau mengemukakkan bahwa hasil ini merupakan kabar baik bagi penderita asma, namun penelitian juga memiliki beberapa keterbatasan sehingga hasilnya perlu di interpretasikan dengan hati-hati.

Pertama, mayoritas pasien dari kesembilan penelitian tersebut adalah mereka yang memiliki penyakit asma dengan tingkat keparahan sedang sehingga perlu penelitian lebih lanjut mengenai supplementasi Vitamin D untuk penderita asma akut baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Kedua, tidak begitu jelas apakah suplemetasi Vitamin D dapat menurunkan resiko serangan asma akut di semua pasien ataukah hanya pada pasien yang memang kekurangan vitamin D.

Reference

Martineau, A. R, et al. 2016. Vitamin D for the management of asthma. Cochrane Library.

Courtesy image: Imperial College London

Advertisements