image Solusi Bagi Pengemudi yang Mudah Mengantuk

Peneliti dari Queensland University of Technology, Dr. Shekari, mengemukakkan hasil penelitiannya pada konferensi internasional mengenai Traffic and Transport Psychology di Brisbane, Australia, pada awal Agustus 2016. Menurut hasil studinya, cahaya dan permen karet yang mengandung kafein dapat menigkatkan kewaspadaan pengemudi yang mengantuk saat berkendara.

Dr. Shekari mengetes efektivitas kacamata cahaya yang memancarkan gelombang pendek cahaya hijau-biru dan permen karet berkafein terhadap pengemudi usia 18-25 tahun dalam sebuah simulasi mengemudi. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui tingkat kewaspadaan berkemudi disiang hari.

QUT road safety researcher Dr Shamsi Shekari
Uji coba kacamata cahaya dan permen karet dalam simulasi mengemudi

Alasan penggunaan partisipan di usia muda karena kelompok usia ini rentan mengalami rasa kantuk dan lelah saat mengemudi. Kebanyakan dari mereka sering begadang, kerja lembur atau kerja shift, hang out hingga larut malam, mengerjakan tugas kuliah dan lain sebagainya sehingga jam tidur tidak teratur. 20% penyebab kecelakanaan lalu lintas juga disebabkan oleh rasa kantuk saat mengemudi. Oleh karena itulah, penelitian ini menjadi solusi baru bagi mereka yang sering berkendara sambil mengantuk.

“terapi cahaya digunakan untuk menyesuaikan ritme sirkadian seseorang, khususnya bagi mereka pekerja shift dan pilot, agar mengurangi rasa kantuk” menurut sang peneliti.

Penelitiannya berlangsung selama 2 minggu. Ia menganalisis pola bangun-tidur dimana partisipan diwajibkan tidur selama 8 jam pada minggu pertama kemudian dikurangi hingga 7 jam pada minggu berikutnya agar menyebabkan chronic sleep deprivation. Di 3 hari terakhir, partisipan mengikuti test perekaman aktivitas otak dan jantung, waktu reaksi, pengukuran rasa kantuk, serta simulasi mengemudi sepanjang 50 km.

Hasil penelitiannya membuktikan bahwa pengemudi yang mengonsumsi permen karet berkafein dan dengan atau tanpa menggunakan kacamata cahaya mampu meningkatkan permorfa mengemudi secara signifikan. Mereka juga mampu mengontrol kemudi stir dengan baik karena rasa kantuk lebih berkurang.

Kita tunggu kehadiran permen karet dengan kafein ini di Indonesia!

Reference

Queensland University of Technology. Available at: https://www.qut.edu.au/news/news?news-id=108139

Courtesy image: Fox News

Advertisements