image Salah Satu Sumber Protein Terbaik Ternyata Meningkatkan Resiko Penyakit Ginjal

Sebuah studi yang dilakukan di Singapore menganalisis hubungan antara asupan sumber protein dengan penyakit gagal ginjal. Selama 15.5 tahun melakukan follow up terhadap 60.198 participant, kejadian penyakit gagal ginjal ditemukan sebanyak 951 kasus1.

Gagal Ginjal

Gagal ginjal atau disebut juga ESRD (End-Stage of Renal Disease) merupakan tahap akhir dari peenyakit ginjal kronis yang membutuhkan terapi dialysis atau transplantasi ginjal. Teori yang berkembang saat ini menjelaskan bahwa pembatasan asupan protein sangat dianjurkan bagi penderita penyakit ginjal kronis. Hal tersebut didasari oleh penelitian terhadap manusia dan hewan yang menunjukkan bahwa asupan makanan tinggi protein terutama protein hewani dapat mempercepat penurunan laju filtasi glomerular (Glomerular Filtration Rate/GFR). GFR adalah test kesehatan untuk mengukur fungsi ginjal sehingga dapat menentukan tingkatan penyakt ginjal. Semakin rendah nilai GFR maka semakin parah penyakit ginjal tersebut. Gagal ginjal memiliki nilai GFR dibawah 152.

 

Hasil Penelitian

Diantara sumber protein yang diteliti, daging merah sangat berhubungan dengan resiko penyakit gagal ginjal pada dosis asupan tertentu. Sedangkan sumber protein lainnya seperti unggas, telur, ikan atau susu dan produknya tidak terdapat hubungan dengan penyakit gagal ginjal. Bahkan, kacang kedelai dan jenis kacang-kacangan lain ternyata bersifat protektif terhadap penyakit tersebut. Mengganti satu porsi daging merah dengan sumber protein lain dapat menurunkan resiko gagal ginjal secara signifikan.

Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian lain yang menemukan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara konsumsi daging merah dengan penyakit gagal ginjal. Pola makan yang banyak mengonsumsi pangan olahan dan gorengan, jeroan, serta makanan manis juga erat hubungannya dengan peningkatan resiko kematian akibat penyakit ginjal.

 

Underlying Mechanism

Mengapa konsumsi sumber protein hewani dapat meningkatkan resiko penyakit ginjal? Hal ini dijelaskan melalui acid-basal load atau beban asam basa dan hipotesis senyawa yang terkandung dalam protein hewani seperti nitrit/nitrat.

Penelitian yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa asupan makanan tinggi beban asam berhubungan dengan kejadian penyakit gagal ginjal. Sedangkan terapi dengan asupan makanan tinggi beban basa dapat menurunkan tingkat keparahan penyakit ginjal. Sumber protein nabati, buah-buahan dan sayur-sayuran memiliki high basal load (bersifat basa). Sementara itu, protein hewani memproduksi asam lebih banyak dan daging merah merupakan yang paling tinggi di antara sumber protein hewani tersebut.

Hipotesis yang kedua yaitu terdapatnya kandungan nitrit, nitrat, zat besi (heme iron), advanced glycation endproducts (AGEs) dan advanced lipoxidation endproducts (ALEs) dalam daging merah. AGEs dan ALEs diperkirakan berperan dalam penyakit diabetes mellitus karena bersifat oksidatif dan banyak pasien penyakit ginjal yang memiliki kadar AGEs serta ALEs tinggi.

 

Reference

  1. Lew, Q.L.J., Jafar, T.H., Koh, H.W.L., Jin, A., Chow, K.Y., Yuan, J.M. and Koh, W.P., 2016. Red Meat Intake and Risk of ESRD. Journal of the American Society of Nephrology, pp.ASN-2016030248.
  2. kidney.org

 

Advertisements