image Konsumsi Lidah Buaya Turunkan Gula Darah. Bagaimana dengan Nata de Aloe Vera?

Lidah buaya atau aloe vera telah lama dikonsumsi masyarakat Indonesia sebagai dessert. Di negara lain seperti Mesir, Mexico, Jepang dan Tiongkok, lidah buaya digunakan sebagai pengobatan tradisional. Lidah buaya dihipotesiskan mampu menjadi salah satu makanan yang dapat digunakan sebagai “obat” diabetes, namun penelitian terkait hasilnya cukup beragam. Beberapa penelitian memberikan hasil negatif sehingga belum dapat disimpulkan menjadi sebuah rekomendasi untuk penderita diabetes.

Oleh karena itu lah, Dick et al dari University of the Pacific, Stockton, California, AS, menggabungkan penelitian serupa dalam sebuah jurnal meta analysis agar hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan secara lebih kuat.

Mereka mengggabungkan 9 penelitian tentang lidah buaya dan hubungannya dengan diabetes dari tahun 1986 hingga 2014. Kesembilan penelitian tersebut memberikan treatment aloe vera dalam bentuk yang berbeda, yakni: jus, gel, kapsul bubuk, resin latex lidah buaya kering, dan supplement lidah buaya yang ditambahkan bahan aktif lain.

Results:

Hasilnya, konsumsi lidah buaya dapat menurunkan gula darah puasa (Fasting Blood Glucose) secara signifikan sebanyak 46.6 mg/dL.

Mekanisme bagaimana lidah buaya dapat menurunkan gula darah belum dapat diketahui secara pasti. Peneltian pada hewan menunjukkan bahwa aloe vera memiliki efek antidiabetes karena dapat meningkatkan konsentrasi serum insulin, meningkatkan glukogenesis di hati serta menurunkan resistansi insulin. Percobaan pada tikus, lidah buaya dapat mengekspresikan gen yang berhubungan dengan metabolisme glukosa.

Benefit and Risk:

Tanaman lidah buaya mengandung sedikitnya 75 komponen aktif, termasuk vitamin, enzim, mineral, anthraquinones, monosaccharide, polysaccharides, lignin, saponins, salicylic acids, phytosterols, dan asam amino. Aloe vera juga mengandung chromium, magnesium, magan dan zinc yang merupakan mineral penting dalam metabolisme glukosa dengan cara meningkatkan efektivitas insulin. Polisakarida dan pitosterol pada produk lidah buaya juga berperan untuk meurunkan glukosa darah.

Keamanan konsumsi lidah buaya jangka panjang juga dibahas dalam jurnal ini. 5 dari 9 penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya tidak menyebabkan efek negatif terhadap hati dan ginjal. Akan tetapi ada penelitian lain yang melaporkan bahwa supplementasi lidah buaya menyebabkan disfungsi tiroid dan hepatitis akut. Efek negatif yang mungkin timbul dari konsumsi lidah buaya yaitu sakit perut dan kram, diare, kelemahan otot, dan rendahnya glukosa darah. Satu sumber juga tidak merekomendasikan konsumsi lidah buaya selama hamil.

Terlepas dari manfaat dan resiko konsumsi lidah buaya yang disebutkan diatas, produk lidah buaya yang beredar di Indonesia sendiri patut dipertimbangkan. Dalam bahasannya dengan gula darah, produk lidah buaya biasanya disajiakan sebagai dessert manis (Nata de Aloe Vera). Gula yang terkandung didalamnya tentu akan meningkatkan kadar glukosa darah. Terutama pada penderita diabetes, kenaikan gula darah tidak bisa dikendalikan, sehingga perlu di kaji ulang terkait rekomendasi konsumsi produk lidah buaya di Indonesia. Sebagai gantinya, konsumen dapat membuat produk aloe vera sendiri tanpa penambahan pemanis. Namun dengan catatan pengolahannya harus benar karena lendir lidah buaya dapat menimbulkan gatal.

 

Reference

Dick, W.R., Fletcher, E.A. and Shah, S.A., 2016. Reduction of Fasting Blood Glucose and Hemoglobin A1c Using Oral Aloe Vera: A Meta-Analysis. The Journal of Alternative and Complementary Medicine.

Responsible author: Nadia Farhani, M.Sc

Advertisements