image Chrono-Nutrition: Ketika Jam Makan Sama Pentingnya dengan Apa yang Kita Makan

Konferensi ilmiah yang diadakan di London pada Desember tahun 2015 membahas tentang pentingnya jam dan waktu makan dalam managemen penyakit metabolik. Sebuah hipotesis yang diuji yaitu konsumsi makanan yang tidak teratur atau tidak konsisten berpengaruh terhadap jam biologis tubuh, yang disebut dengan chrono-biological atau ritme sirkadian, sehingga berdampak negatif terhadap kesehatan. 

Chrono-nutrition merupakan ilmu tentang pengaruh zat-zat gizi terhadap proses metabolisme dan bagaimana hal ini dipengaruhi dan diubah oleh pola sirkadian melalui asupan makanan berdasarkan keteraturannya, frekuensi dan jam hidup.

Salah satu penelitian pada konferensi tersebut yang dilansir dalam Proceedings of the Nutrition Society menyebutkan bahwa pegawai shift yang berubah-ubah jam kerjanya antara siang dan malam beresiko lebih besar terserang penyakit kanker, jantung dan sindrom metabolik. Hal ini disebabkan karena adanya chrono disruption, yaitu pengubahan pola konsumsi dan ketidakteraturan asupan makanan.

Bukti ilmiah lain yang mempelajari pengaruh ketidakteraturan pola konsumsi terhadap konsekuensi kardiometabolik juga dirangkum dalam jurnal tersebut. Subjek penelitian diberikan questionnaire yang berisi pertanyaan “do you eat regular breakfast, lunch or evening meal each day?’. Berdasarkan jawaban, responden diklasifikasikan menjadi regular eaters (answering ‘usually’ or ‘always’) atau irregular eaters (answering ‘sometimes’ or ‘never’).

Subjek yang mengonsumsi makanan secara tidak teratur memiliki berat badan, lingkar perut, index masa tubuh dan kadar trigliserida lebih besar dibanding subjek yang makan secara teratur. Faktor inilah yang menyebabkan meningkatnya resiko sindrom metabolik (obesitas, diabetes, hipertensi).

Mekanisme Pengaruh Ketidakteraturan Pola Konsumsi terhadap Resiko Kardiometabolik

Makan secara tidak konsisten berpengaruh terhadap ritme sirkadian, yaitu ritme biologis yang mengikuti siklus 24 jam. Banyak proses metabolisme gizi yang mengikuti ritme biologis ini seperti nafsu makan, pencernaan dan metabolisme lemak, kolesterol dan glukosa. Asupan makanan dapat memengaruhi jam internal tubuh, khususnya hati dan usus. Disisi lain, jam pusat hidup manusia juga dipengaruhi oleh siklus terang-gelap yang tentunya berpengaruh terhadap makanan yang dikonsumsi.

Ritme sirkadian dalam tubuh manusia merupakan interaksi yang sangat kompleks yang dikontrol oleh dua jalur utama: central clock (di hipotalamus otak) dan peripheral circadian clocks (diseluruh organ dan sel). Central clock mengkoordinasikan banyak peripheral circadian clocks. Peripheral clock secara juga dapat dipengaruhi oleh sinyal eksternal, salah satunya asupan makanan.

Terganggunya pola makan dengan cara ketidakteraturan jam makan, frekuensi asupan makanan yang berubah-ubah dapat mengganggu jam biologis tubuh. Hal ini secara langsung menyebabkan ketidakseimbangan energi yang pada akhirnya berpengaruh terhadap disfungsi metabolik.

Kekacauan ritme sirkadian juga selanjutnya menyebabkan ketidakseimbangan (kelebihan) energi. Kekacauan jam biologis tubuh ini dipengaruhi pula oleh perbedaan genetik, yang disebut dengan gen clock. Ujung permasalahan dari kekacauan external dan internal tubuh ini dimungkinkan dapat mengubah respon sirkadian terhadap glukosa dan lemak yang tentunya berpengaruh negatif terhadap kesehatan.

Terakhir, satu elemen yang juga berkaitan dengan chrono-disruption selain asupan makanan adalah pola tidur. Durasi tidur yang kurang ternyata dapat menyebabkan surplus energi. Penelitian ini meyebutkan bahwa terjadi kelebihan energi sekitar 277 kkal pada subjek yang kurang tidur dibandingkan dengan kontrol. Oleh karena itulah tidur merupakan elemen penting yang harus dipertimbangkan dalam menginvestigasi hubungan antara ketidakteraturan pola makan dan resiko cardiometabolic.

Investigating the effects of meal irregularity on cardiometabolic risk is just one piece of the puzzle of the effects of the timing of eating” , Gerda K. Pot et al, 2016.

Reference

Gerda K. Pot, Suzana Almoosawi and Alison M. Stephen. Meal irregularity and cardiometabolic consequences: results from observational and intervention studies. Proceedings of the Nutrition Society. doi:10.1017/S0029665116000239

 

Advertisements