image Satu Cara Diet terbaik untuk Penderita Diabetes

Pasien diabetes selalu dihubungkan dengan konsumsi gula dan makanan manis. Padahal, asupan karbohidrat juga memengaruhi kadar glukosa darah pada penderita penyakit tersebut karena karbohidrat akan dipecah menjadi gula-gula sederhana.

Sebuah study di Faculty of Health ScienceLinköping University di Swedia membuktikan bahwa diet rendah karbohidrat pada penderita diebates tipe 2 dapat menurunkan inflamasi. Diabetes erat kaitannya dengan penyakit kardiovaskular sehingga pegukuran inflammatory marker seperti C-reactive protein (CRP) sangat diperlukan.

Percobaan yang dipimpin oleh Dr Hans Guldbrand dan Professor Fredrik H Nyström tersebut dilakukan selama dua tahun. Penderita diabetes tipe 2 secara acak diharuskan mengonsumsi makanan rendah karbohidrat (low carbohydrate/carb diet) lalu dibandingkan dengan pasien yang diberikan makanan rendah lemak (low fat diet) yang telah di kontrol asupannya oleh ahli gizi terkait.

Asupan makanan rendah karbohidrat pada penelitian ini, pasien menerima 20 % kalorinya dari sumber karbohidrat, sementara pasien dengan makanan rendah lemak menerima 55-60% energi dari karbohidrat.

Selanjutnya pasien yang terlibat dalam penelitian diukur gula darah, lemak darah dan berat badannya sebelum dan setelah enam bulan percobaan.

Hasil Penelitian 

Pemberian makanan rendah karbohidrat selama enam bulan pada pasien diabetes tipe 2 mengalami penurunan inflamasi dibandingkan dengan pasien yang diberi makanan rendah lemak. Selain itu, kontrol glikemix pada pasien penerima low carb diet juga lebih baik. Akan tetapi keduanya mengalami jumlah penurunan berat badan yang sama.

 

Reference

Jonasson, L., Guldbrand, H., Lundberg, A. K., & Nystrom, F. H. 2014. Advice to follow a low-carbohydrate diet has a favourable impact on low-grade inflammation in type 2 diabetes compared with advice to follow a low-fat diet.Annals of medicine, 46(3), 182-187.

Advertisements