image Benarkah Dark Chocolate Menyehatkan?

Dark chocolate atau cokelat hitam merupakan salah satu produk turunan kakao yang dalam pengolahannya tidak menggunakan tambahan susu.

Dark chocolate memilki kandungan total penol lebih besar dari pada milk chocolate (126µmol/g vs 52µmol/g). Bahkan, kandungan flavonoidnya melebihi teh hijau dan blackberry. Komponen flavonoid ini lah yang dihipotesiskan memiliki manfaat kesehatan sebagai pencegah penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah)1. Kandungan flavonoid terbanyak dari kakao dan coklat adalah flavan-3-ols catechin, epicatechin dan proanthocyanidins. Karena struktur kimianya, flavonoid berfungsi sebagai antioksidan yang memiliki kemampuan mengikat radikal bebas2. Flavonoids juga dapat bertindak sebagai antiplatelet dan anti inflamasi yang merupakan mekanisme dalam pencegahan penyakit kardiovaskular.

Lalu, apakah benar bahwa dark chocolate dapat mencegah penyakit kardiovaskular?

Sebuah jurnal systematic review dan meta analysis (jurnal yang menggabungkan beberapa penelitian serupa) yang dilakukan oleh Hooper L, et al (2012)3 menjelaskan bahwa terdapat penurunan diastolik blood pressure (bermanfaat dalam mencegah penyakit kardiovaskular) setelah mengonsumsi kakao dan produk turunannya. Produk-produk tersebut meliputi cocoa drinks, dark atau milk chocolate, solid chocolate plus cocoa drink dan cocoa supplement. Selain itu, terdapat peningkatan yang sedikit signifikan terhadap high density lipoprotein (lemak baik).

Menariknya, jurnal ini juga membuktikan tidak terjadi efek signifikan dalam kemanjuran produk kakao (termasuk dark chocolate) setelah pengelompokan yang lebih spesifik dari masing-masing penelitian. Outcome yang diteliti yaitu tekanan darah, HDL dan LDL kolesterol tidak lagi signifikan setelah analisis validitas. Artinya, kesimpulan bahwa dark chocolate baik bagi kesehatan jantung itu belum dapat dibuktikan secara kuat.

Menurut jurnal tersebut, rekomendasi untuk mengonsumsi dark chocolate dengan tujuan menyehatkan jantung adalah 100 gram dark chocolate per hari. Di lain hal, 100 gram dark chocolate menyediakan 460 kcal atau sebesar 20% dari total energi harian. Apabila konsumsi 100 gram dark chocolate ini direkomendasikan sebagai pencegahan atau pengobatan alternatif penyakit kardiovaskular, maka konsumsi lemak jenuh akan meningkat lebih dari 11% energi total.

Artinya, hal terbaik sebagai rekomendasi kesehatan jantung adalah dengan konsumsi gizi seimbang, mempertahankan berat ideal dan berperilaku hidup sehat, bukan hanya mengonsumsi dark chocolate sebanyak 100 gram/hari4.

References:

  1. Ding et al. 2006. Chocolate and prevention of cardiovascular disease: a systematic review. Nutr.Metab (Lond). 3(2).
  2. Steinberg et al. 2003. Cocoa and chocolate flavonoids: implications for cardiovascular health. Journal of the american dietetic association, 103(2), pp.215-223.
  3. Hooper et al. 2012. Effects of chocolate, cocoa, and flavan-3-ols on cardiovascular health: a systematic review and meta-analysis of randomized trials. American journal of clinical nutrition. 95(3), pp.740-751.
  4. American Heart Association; British Heart Foundation; NHS Choice website
Advertisements